Minggu, 07 Oktober 2012

Raksasa Telekomunikasi China Dituduh Ancam Keamanan AS

Washington (AFP/ANTARA) – Raksasa telekomunikasi Huawei dan ZTE dari China menimbulkan ancaman keamanan bagi Amerika Serikat dan harus dilarang dari kontrak dan akuisisi AS, hasil yang disimpulkan penyelidikan kongres selama setahun.

Sebuah laporan oleh Dewan Komite Intelijen, yang diperoleh AFP pada Minggu, mengatakan bahwa kedua perusahaan “tidak bisa dipercaya” untuk bebas dari pengaruh Beijing dan dapat digunakan untuk merusak keamanan AS.

Dewan itu meluncurkan penyelidikan atas kekhawatiran China dapat menggunakan kedua perusahaan yang berkembang dengan cepat itu untuk memata-matai sektor militer atau ekonomi, atau serangan cyber.

“Berdasarkan informasi rahasia dan yang tidak bersifat rahasia, Huawei dan ZTE tidak dapat dipercaya untuk bebas dari pengaruh negara asing dan dengan demikian menimbulkan ancaman keamanan bagi Amerika Serikat dan sistem kita,” menurut dokumen tersebut.

Baik Huawei maupun ZTE membantah memiliki hubungan apapun dengan pemerintah China. Para pimpinan eksekutif dari kedua perusahaan muncul dalam sebuah persidangan yang diadakan oleh dewan tersebut pada bulan lalu, menekankan bahwa mereka berfokus pada bisnis, bukan pada politik.

Huawei kembali menegaskan posisi mereka dalam menanggapi sejumlah penyelidikan.

“Integritas dan independensi organisasi dan praktek bisnis Huawei merupakan hal yang terpercaya dan diakui dihampir 150 pasar,” ujar wakil presiden Huawei, William Plummer dalam sebuah pernyataan di email.

“Mengatakakn bahwa Huawei entah bagaimana rentan terhadap masalah cyber itu mengabaikan realitas komersial dan teknis, secara sembarangan mengancam pekerjaan dan inovasi Amerika, tidak melakukan apapun untuk melindungi keamanan nasional, dan harus dinyatakan sebagai gangguan politik yang berbahaya.”

ZTE hingga kini belum memberikan tanggapan mengenai sejumlah pertanyaan tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Safira Putri Ayu Arvina Copyright © 2010 | Designed by: Compartidisimo