Mainan balok LEGO masih eksis sampai sekarang, bahkan terus diperbaharui
dengan karakter-karakter terkenal seperti Lord of The Rings dan
sebagainya. Nah, Fuuvi Nanoblock Camera hadir dengan konsep blok-blok
LEGO yang dapat dilepas pasang. Namun kamera Fuuvi Nanoblock ini berbeda
dengan lini produk kamera LEGO.

Kamis, 22 November 2012
Kamis, 15 November 2012
Peperangan Tablet Melanda Galaksi
Pasukan iPad dari Kekaisaran Apple masih menguasai galaksi, sementara
Federasi Robot Hijau terus menerjang untuk mematahkan dominasi mereka.
Sementara itu Kerajaan Microsoft diam-diam mulai menyusun strategi untuk
mengambil keuntungan dari perang berkepanjangan tersebut dengan pasukan
Windows 8.
Tentunya sebagai penguasa, Kaisar Apple tidak berdiam diri. Mereka memperkenalkan pasukan iPad Mini yang memikat, terbukti dengan 3 juta penduduk galaksi berhasil ditarik sebagai pengikutnya hanya dalam 3 hari. Walaupun dengan layar lebih kecil dan spesifikasi yang bukan terbaik, terbukti bahwa kharisma Kaisar Apple masih memukau seluruh galaksi.
(Di sebuah planet bernama Indonesia, sebagai contoh, iPad Mini tetap laris manis walaupun dijual Rp2 juta lebih mahal dibandingkan harga resminya.)
Walaupun begitu, mereka harus mewaspadai manuver Federasi Robot Hijau yang diujungtombaki oleh Samsung, Amazon dan Google sebagai produsen pasukan (An)Droid terbanyak di dunia. Berbagai jenis pasukan baru dilontarkan dan terbukti strategi ini cukup sukses. Bahkan Samsung sendiri berhasil menaikkan jumlah pengikutnya sampai 4 kali lipat dibandingkan tahun 2011 lalu. Untuk planet Indonesia, Samsung merupakan penguasa tablet. Setidaknya untuk saat ini.
Ancaman dari Kerajaan Microsoft sendiri tidak dapat dibilang enteng. Bahkan banyak anggota Federasi Robot Hijau yang memanfaatkan teknologi dan membuat pasukan Windows 8. Harga yang harus dibayarkan memang lebih tinggi, tapi tentunya penduduk galaksi akan mendapatkan kinerja lebih dari sebuah produk. Bahkan hampir semua pasukan Windows 8 dapat berubah menjadi notebook yang memiliki daya gedor prima. Meskipun begitu, krisis yang melanda seluruh penjuru galaksi nampaknya akan menghambat majunya pasukan Windows 8.
Banyak pihak meramalkan bahwa perang ini akan berkepanjangan dan terus memakan korban, terutama dari pihak Federasi Robot Hijau yang rata-rata menelan kerugian. Bahkan tercatat cukup banyak anggota Federasi Robot Hijau yang kapok dan keluar dari Federasi. Hegemoni Kekaisaran Apple tampaknya masih akan berlanjut dalam waktu dekat, tapi tidak mungkin akan ada manuver-manuver cantik yang mengejutkan dari para pesaingnya untuk meredamnya.
Tentunya sebagai penguasa, Kaisar Apple tidak berdiam diri. Mereka memperkenalkan pasukan iPad Mini yang memikat, terbukti dengan 3 juta penduduk galaksi berhasil ditarik sebagai pengikutnya hanya dalam 3 hari. Walaupun dengan layar lebih kecil dan spesifikasi yang bukan terbaik, terbukti bahwa kharisma Kaisar Apple masih memukau seluruh galaksi.
(Di sebuah planet bernama Indonesia, sebagai contoh, iPad Mini tetap laris manis walaupun dijual Rp2 juta lebih mahal dibandingkan harga resminya.)
Walaupun begitu, mereka harus mewaspadai manuver Federasi Robot Hijau yang diujungtombaki oleh Samsung, Amazon dan Google sebagai produsen pasukan (An)Droid terbanyak di dunia. Berbagai jenis pasukan baru dilontarkan dan terbukti strategi ini cukup sukses. Bahkan Samsung sendiri berhasil menaikkan jumlah pengikutnya sampai 4 kali lipat dibandingkan tahun 2011 lalu. Untuk planet Indonesia, Samsung merupakan penguasa tablet. Setidaknya untuk saat ini.
Ancaman dari Kerajaan Microsoft sendiri tidak dapat dibilang enteng. Bahkan banyak anggota Federasi Robot Hijau yang memanfaatkan teknologi dan membuat pasukan Windows 8. Harga yang harus dibayarkan memang lebih tinggi, tapi tentunya penduduk galaksi akan mendapatkan kinerja lebih dari sebuah produk. Bahkan hampir semua pasukan Windows 8 dapat berubah menjadi notebook yang memiliki daya gedor prima. Meskipun begitu, krisis yang melanda seluruh penjuru galaksi nampaknya akan menghambat majunya pasukan Windows 8.
Banyak pihak meramalkan bahwa perang ini akan berkepanjangan dan terus memakan korban, terutama dari pihak Federasi Robot Hijau yang rata-rata menelan kerugian. Bahkan tercatat cukup banyak anggota Federasi Robot Hijau yang kapok dan keluar dari Federasi. Hegemoni Kekaisaran Apple tampaknya masih akan berlanjut dalam waktu dekat, tapi tidak mungkin akan ada manuver-manuver cantik yang mengejutkan dari para pesaingnya untuk meredamnya.
SMS di Amerika Serikat Makin Tak Laku
TEMPO.CO, California - Pesan singkat (SMS) melalui
ponsel makin tak laku di Amerika Serikat. Kini lebih banyak orang
bertukar pesan singkat melalui smartphone, yang terkoneksi dengan
jaringan internet, ketimbang SMS, yang menyunat pulsa.
Analis telekomunikasi independen, Chetan Sharma, merilis laporan, jumlah rata-rata bulanan teks yang dikirim oleh setiap pengguna telepon seluler menurun ke tingkat terendah untuk pertama kalinya dalam sejarah AS pada kuartal terakhir. Pelanggan ponsel AS mengirim rata-rata sekitar 675 pesan per bulan pada kuartal ketiga. Angka ini turun dari sekitar 700 per bulan pada kuartal sebelumnya. Operator ponsel juga terkoreksi pendapatannya dari pesan teks pada kuartal terakhir untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Menurut Sharma, lebih dari setengah dari ponsel yang digunakan di AS adalah smartphone. Dan puluhan aplikasi ponsel cerdas itu menawarkan layanan pesan teks gratis, yang memungkinkan pelanggan nirkabel untuk mengirim dan menerima teks dengan membonceng aplikasi itu. Beberapa yang menjadi favorit publik AS adalah Skype, GroupMe, Google Talk, Kik, WhatsApp, dan Facebook Messenger.
Terlebih lagi, beberapa vendor ponsel kini melengkapi fasilitas itu secara gratis. Misalnya, Apple dengan layanan iMessage dan Research In (RIMM) Motion. Layanan BlackBerry Messenger memungkinkan pengguna iPhone dan BlackBerry langsung mengirim pesan satu sama lain, ketimbang melalui pesan teks.
SMS menelan biaya signifikan pada tagihan telepon pelanggan seluler. Selain itu, pesan teks maksimal hanya 160 byte, yang jika dihitung lebih murah jika menggunakan layanan pesan singkat berbasis internet.
Karena itu, pesan teks telah menjadi bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan ponsel. Tahun lalu, PricewaterhouseCoopers merilis, SMS menyumbang penghasilan 19 persen pada operator nirkabel.
Serangan Balasan, Roket dari Gaza Tewaskan 3 Warga Israel
Liputan6.com, Kiryat Malachi: Sebuah
roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza, Palestina menghantam gedung
empat tingkat di Kota Kiryat Malachi, di wilayah Selatan Israel.
Tiga
warga tewas, dua perempuan dan seorang pria, saat roket meledak di
bagian teratas gedung. Menurut Kementerian Luar Negeri Israel, tiga
warga sipil lainnya terluka, seorang bocah berusia 4 tahun dan dua bayi.
Sirine telah dibunyikan untuk memperingatkan penghuni gedung, sesaat sebelum serangan datang, namun tak cukup waktu bagi mereka untuk melarikan diri.
Itu adalah serangan mematikan pertama atas Israel sejak pasukan zionis membunuh komandan sayap militer Hamas, Ahmed al-Jaabari Rabu kemarin. Total, sebelas warga Palestina, mayoritas dari kalangan militer, ada juga anak-anak tewas akibat operasi yang dilancarkan Israel.
Sejak saat itu, lebih dari 130 roket balasan ditembakkan ke Israel. Laporan media Israel menyebut, roket menghantam sebuah rumah di Ashdod tanpa menyebabkan korban jiwa atau luka. Misil yang lain mendarat dekat sekolah di Beer Tuvya. Juga ada roket yang dilaporkan mendarat di Ofakim dan Ashkelon.
Hamas pada hari Kamis mengklaim telah menembakkan rudal ke Tel Aviv, tapi ini belum dikonfirmasi oleh militer Israel.
Sejauh ini, skala kekerasan belum menyamai apa yang terjadi saat perang terakhir di Gaza, hampir empat tahun lalu. Kala itu, ratusan warga Palestina tewas di hari pertama Israel melancarkan operasinya. Sementara, 13 WN Israel tewas dalam konflik tersebut (BBC)
Spons Pemakan Daging Berbentuk Aneh Ditemukan di Laut Dalam
leh Becky Oskin, Staf penulis OurAmazingPlanet| LiveScience.com
Seekor karnivora baru berbentuk seperti lilin terlihat di perairan laut dalam di lepas pantai Monterey Bay, California. Spesies itu dijuluki “spons harpa” karena strukturnya mirip harpa.
Sebuah tim dari Monterey Bay Aquarium Riset Institute (MBARI) di Moss Landing, California, menemukan spesies spons tersebut pada tahun 2000 ketika menjelajah dengan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh. Spons tersebut hidup hampir 3,5 kilometer di bawah permukaan laut.
"Kami hanya kagum. Tak ada yang pernah melihat hewan ini dengan mata kepala mereka sendiri sebelumnya," ujar Lonny Lundsten, ahli biologi invertebrata dan salah satu yang pertama kali melihat spons harpa itu.
Para
peneliti kemudian mengumpulkan dua spons dan membuat video pengamatan
lebih dari 10 buah. Perbandingan dengan spons karnivora lain menegaskan
bahwa Chondrocladia lyra (nama ilmiah spesies spons tersebut), adalah
spesies baru dan mengungkapkan beberapa hal menarik ke dalam siklus
hidup spons. Hasil analisis itu diterbitkan pada 18 Oktober dalam jurnal
“Biology Invertebrata”.
Menangkap makanan
Kait yang seperti Velcro berduri menutupi tungkai spons yang bercabang, menjaring krustasea saat mereka mereka tersapu ke cabang-cabangnya oleh arus laut. Ketika spons harpa mendapat makanan, ia menyelubungi mangsa dalam selaput tipis, dan kemudian perlahan-lahan mulai mencerna.
Spons tersebut melekat pada sedimen lumpur lembut di dasar laut dengan rhizoid yang hidup di antara makhluk misterius lainnya. Spons harpa pertama yang ditemukan ilmuwan hanya memiliki dua cabang, yang disebut baling-baling. Tambahan kendaraan penyelam yang menggunakan remote mengungkapkan ada makhluk yang sampai memiliki enam baling-baling, ujar Lundsten kepada OurAmazingPlanet.
Yang terbesar berukuran 36 cm. Tim penelitian percaya, spons harpa tersebut telah berevolusi menjadi struktur yang lebih rumit untuk meningkatkan luas permukaan tubuhnya dan menghadapkan diri ke arus harpa tersebut dapat menangkap mangsa yang lebih banyak.
Spons harpa adalah satu dari empat spesies baru yang diidentifikasi Lundsten. "Kami hanya melihat 1 persen Monterey Bay dan itu adalah salah satu lokasi laut dalam yang paling dipelajari dengan baik di Bumi," ujarnya.
Pembuahan spons
Para ilmuwan pertama kali mengetahui bahwa spons itu pemakan daging kurang dari 20 tahun yang lalu. Sebagian besar hidup di laut dalam, sehingga sulit untuk memahami gaya hidup mereka.
Spons harpa yang dikumpulkan oleh para ilmuwan MBARI menandai pertama kalinya peneliti mengamati siklus lengkap yang unik dari spons karnivora tersebut dalam reproduksi seksual.
Kebanyakan spons melepaskan sperma aktif yang berenang dalam air laut di sekitarnya, tetapi tampaknya bahwa semua spons karnivora mentransfer sperma dalam paket terkondensasi (spermatophores), ujar para ilmuwan.
Bola yang membengkak di ujung cabang spons harpa yang tegak itu menyimpan sejumlah sperma. Bola tersebut melepaskan spermatophores ke arus yang lewat, dan spons terdekat lainnya menangkap paket tersebut pada filamen halus di sepanjang cabang-cabang mereka. Sperma kemudian mencari jalan ke dalam spons induknya untuk membuahi telur-telurnya, menurut para ilmuwan.
Seekor karnivora baru berbentuk seperti lilin terlihat di perairan laut dalam di lepas pantai Monterey Bay, California. Spesies itu dijuluki “spons harpa” karena strukturnya mirip harpa.
Sebuah tim dari Monterey Bay Aquarium Riset Institute (MBARI) di Moss Landing, California, menemukan spesies spons tersebut pada tahun 2000 ketika menjelajah dengan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh. Spons tersebut hidup hampir 3,5 kilometer di bawah permukaan laut.
"Kami hanya kagum. Tak ada yang pernah melihat hewan ini dengan mata kepala mereka sendiri sebelumnya," ujar Lonny Lundsten, ahli biologi invertebrata dan salah satu yang pertama kali melihat spons harpa itu.
Menangkap makanan
Kait yang seperti Velcro berduri menutupi tungkai spons yang bercabang, menjaring krustasea saat mereka mereka tersapu ke cabang-cabangnya oleh arus laut. Ketika spons harpa mendapat makanan, ia menyelubungi mangsa dalam selaput tipis, dan kemudian perlahan-lahan mulai mencerna.
Spons tersebut melekat pada sedimen lumpur lembut di dasar laut dengan rhizoid yang hidup di antara makhluk misterius lainnya. Spons harpa pertama yang ditemukan ilmuwan hanya memiliki dua cabang, yang disebut baling-baling. Tambahan kendaraan penyelam yang menggunakan remote mengungkapkan ada makhluk yang sampai memiliki enam baling-baling, ujar Lundsten kepada OurAmazingPlanet.
Yang terbesar berukuran 36 cm. Tim penelitian percaya, spons harpa tersebut telah berevolusi menjadi struktur yang lebih rumit untuk meningkatkan luas permukaan tubuhnya dan menghadapkan diri ke arus harpa tersebut dapat menangkap mangsa yang lebih banyak.
Spons harpa adalah satu dari empat spesies baru yang diidentifikasi Lundsten. "Kami hanya melihat 1 persen Monterey Bay dan itu adalah salah satu lokasi laut dalam yang paling dipelajari dengan baik di Bumi," ujarnya.
Pembuahan spons
Para ilmuwan pertama kali mengetahui bahwa spons itu pemakan daging kurang dari 20 tahun yang lalu. Sebagian besar hidup di laut dalam, sehingga sulit untuk memahami gaya hidup mereka.
Spons harpa yang dikumpulkan oleh para ilmuwan MBARI menandai pertama kalinya peneliti mengamati siklus lengkap yang unik dari spons karnivora tersebut dalam reproduksi seksual.
Kebanyakan spons melepaskan sperma aktif yang berenang dalam air laut di sekitarnya, tetapi tampaknya bahwa semua spons karnivora mentransfer sperma dalam paket terkondensasi (spermatophores), ujar para ilmuwan.
Bola yang membengkak di ujung cabang spons harpa yang tegak itu menyimpan sejumlah sperma. Bola tersebut melepaskan spermatophores ke arus yang lewat, dan spons terdekat lainnya menangkap paket tersebut pada filamen halus di sepanjang cabang-cabang mereka. Sperma kemudian mencari jalan ke dalam spons induknya untuk membuahi telur-telurnya, menurut para ilmuwan.
Countastic, Game Asah Otak Karya Anak Bangsa
Ghiboo.com - Developer game lokal kembali menghadirkan karya yang menarik. Kali ini, game bergenre Brain and Puzzle berjudul Countastic siap meramaikan platform Android.
Aruline Studio asal Bandung adalah developer yang mengembangkan game pengasah otak ini.
Mereka berhasil memenangkan Indonesia Bermain 2011 pada kategori Digital Idea Competition yang diselenggarakan oleh Agate Studio dan Kummara pada 22-23 Oktober 2011.
Kurang lebih setahun berselang, Countastic akhirnya resmi dirilis di Google Play Store pada 1 November 2012 lalu. Hebatnya lagi, game ini mendapat dukungan dari Square Enix yang bertindak sebagai penerbit.
Ide game-nya sendiri cukup simple, yakni menggabungkan operasi aritmatika sederhana dengan gameplay yang inovatif dan touch control yang menarik, sehingga menghasilkan game yang tidak hanya fun tapi juga adiktif dan menantang kecepatan berpikir.
Countastic menghadirkan karakter monyet lucu dan jenius yang bernama Num Num. Karena sangat menyukai pisang, Prof Owl berjanji untuk memberikan hadiah favoritnya itu apabila Num Num berhasil menyelesaikan kuis matematika.
Dengan pisang yang didapat, pemain dapat meng-unlock beberapa special item di Mr Owl Shop. Apabila telah di-unlock, special item tersebut akan muncul saat permainan dan dapat memberikan power-up untuk membantu menyelesaikan permainan.
Secara keseluruhan, Countastic sangat menarik untuk dimainkan dan cocok untuk mengisi waktu luang. Jika Anda berminat mengunduhnya sekaligus memberi apresiasi bagi kemajuan karya anak bangsa, Countastic bisa ditebus di Google Play seharga 1.24 dolar AS (12 ribu rupiah).
Langganan:
Komentar (Atom)
